Tuesday, November 19, 2019

Indonesia’s Ambassador to Bulgaria visits Universitas Airlangga: Bring along Education Partnership Mission, Suggest Students to Study in Bulgaria

Management Office – WARTA UNAIR (translated by IOP UNAIR)

 

Continuing study abroad is one option that can be taken by students or lecturers. The purpose is to meet people all over the world, so can increase the number of friends in the global scope. Beside that, academicians can also strengthen the partnership especially in research field.
Indonesia’s Ambassador to Bulgaria, Bunyam Saptono, on Wednesday (12/2) visits Universitas Airlangga to widen the partnership in education field. Bunyam presence greeted by Vice Rector III of Universitas Airlangga, Prof. Soetjipto, dr., MS., PhD, International Partnership Coordinator of International Office and Partnership Universitas Airlangga, Margaretha, and Lecturer of Physical Department of Faculty of Science and Technology Universitas Airlangga, Andi Hamim Zaidan who have studied in Bulgaria.
Based on Embassy of Indonesia’s mission to improve economic relations and development partnership . the most important thing is education partnership. Previously, Universitas Airlangga has already established a partnership with Medical University-Varna in tropical disease’s research field. So it can strengthen and widen the partnership for the benefit of human resource development in Indonesia,” said Indonesia’s Ambassador to Bulgaria.
In 2012, Universitas Airlangga has already established a partnership with Medical University-Varna in tropical disease. Bunyam said that Indonesia and Bulgaria has more potential that can tied through education partnership.
“The partnership that has already tied in research field is tropical disease. There are also other potential fields, such as Basic of Bioscience, Technology, and medical fields. The most stand out in social field is language, because ex-communist country is advance in language field. In the future, Embassy of Indonesia is ready to facilitate it,” said Bunyam.
Bunyam recognized that didn’t many students who continued their studies to Bulgaria. However, it was pleased that many programs from Indonesian students who organized the event in Bulgaria each years. An alumnus of UGM hopes this International partnership will provide new insight to the lecturers and students.
“We are very happy, UNAIR had sent one of the lecturers to study in Bulgaria, and take knowledge which rarely studied, such as nanotechnology.” Bunyam said.
Bunyam recognized that partnership between two countries is constrained from distance and long time. He said, because of this distance, of course affects the cost.
“Bulgaria is not rich countries. Indonesia also still a developing country. However, because Bulgaria has been member of the European Union, many budget for partnership for research or exchange of lecturers and students.
This opportunity can be used by the academic of Indonesia to continue their study in Bulgaria. Moreover, there is opportunity to take internship at the Embassy to Bulgaria in Sofia. 
“if there is UNAIR student, especially International Relations, or Social and Politics sciences, Economics, Law, or Languages. We need more staff at the Embassy. There was a student before that take internship. It was very helpful. Because we had just three diplomats.” He said.
Zaidan is the best graduates at the University of Chemical Technology and Metallurgy in doctoral level of Sofia. A 32 years old lecturer told that academic activities in Bulgaria are not different with Indonesia. However, Zaidan admitted to access easier research practices equipment.
“The problem of place, weather and public are more different. If from human resources and facilities, I think is not different. While in Europe, between one country to another is borderless. We will go to the country where the appliance on there. We go there easier,” this dissertation story of author entitled, Thin Chalcogenide Film for Optoelectronics.

***

Kunjungan Dubes RI untuk Bulgaria ke UNAIR:
Bawa Misi Kerjasama Pendidikan, Dorong Mahasiswa Studi di Bulgaria

REKTORAT – WARTA UNAIR

Melanjutkan studi ke luar negeri merupakan salah satu pilihan yang dapat diambil oleh mahasiswa maupun tenaga pendidik. Tujuannya, adalah bertemu orang-orang dari seantero belahan dunia sehingga menambah pergaulan di lingkup global. Tak hanya itu, kaum akademika juga bisa mempererat kerjasama terutama di bidang riset.

Duta Besar RI untuk Bulgaria, Bunyam Saptono, berkunjung ke Universitas Airlangga untuk memperluas kerjasama di bidang pendidikan, Kamis (12/2). Kehadiran Bunyam disambut oleh Wakil Rektor III UNAIR, Prof. Soetjipto, dr., MS., PhD, Koordinator Kerjasama Internasional IOP UNAIR, Margaretha, dan Andi Hamim Zaidan selaku staf pengajar Departemen FISIKA FST UNAIR yang pernah menjalani studi di Bulgaria.

“Ini dalam rangka misi KBRI untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan kerjasama pembangunan. Salah satu yang terpenting adalah kerjasama pendidikan. Sebelumnya, sudah terjalin kerjasama antara UNAIR dan Medical University-Varna di bidang penelitian tropical disease. Dengan kunjungan, kami bisa mempererat dan memperluas kerjasama yang ada untuk kepentingan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia,” tutur Dubes RI untuk Bulgaria itu.

Pada tahun 2012 lalu, UNAIR menjalin kerjasama dengan Medical University of Varna di bidang penyakit tropis. Padahal, menurut Bunyam, negara Indonesia dan Bulgaria, memiliki lebih banyak potensi yang bisa dijalin lewat kerjasama pendidikan.

“Kerjasama yang sudah terjalin di bidang penelitian adalah tropical disease, sementara masih terbatas itu. Ada juga bidang yang berpotensi lainnya, seperti ilmu dasar bioscience, teknologi, dan di bidang medis. Salah satu lainnya yang menonjol di bidang sosial adalah bahasa, karena berkah negara komunis adalah biasanya maju di bidang bahasa. Ke depannya, KBRI siap memfasilitasi itu,” terang Bunyam.

Bunyam mengakui bahwa tak banyak mahasiswa yang melanjutkan studi ke Bulgaria. Namun, pihaknya merasa senang karena dari tahun ke tahun banyak program dari mahasiswa Indonesia yang menyelenggarakan acara di Bulgaria. Dengan adanya kerjasama internasional ini, alumnus UGM itu berharap akan memberikan wawasan baru kepada dosen, dan mahasiswa.

“Kami sangat senang dulu UNAIR telah mengirimkan salah satu dosennya untuk belajar di Bulgaria, dan mengambil ilmu yang masih jarang dipelajari, yaitu nanoteknologi,” kata Bunyam.

Bunyam mengakui bahwa kerjasama kedua negara ini juga terkendala jarak dan waktu tempuh yang lama. Ia menyampaikan akibat jarak ini, tentu saja berpengaruh pada biaya.

“Bulgaria bukan negara kaya. Indonesia juga masih menjadi negara berkembang. Namun, karena Bulgaria sudah menjadi anggota Uni Eropa, banyak anggaran untuk kerjasama baik penelitian maupun pertukaran dosen dan mahasiswa,” imbuh Bunyam.

Kesempatan tersebut dapat digunakan oleh kaum akademika Indonesia untuk melanjutkan studi ke Bulgaria. Apalagi, ditambah dengan adanya kesempatan magang di KBRI untuk Bulgaria di Sofia.

“Jika ada mahasiswa UNAIR, khususnya HI, maupun ilmu-ilmu sosial dan politik, Ekonomi, Hukum, atau Bahasa. Kami kekurangan staf di KBRI. Dulu pernah ada satu mahasiswa yang magang di sana, dan keberadaan mahasiswa tersebut sangat membantu karena kita cuma punya tiga diplomat,” tandasnya.

Zaidan adalah lulusan terbaik di University of Chemical Techonology and Metallurgy di Sofia tingkat doktoral. Dosen berusia 32 tahun itu menceritakan bahwa kegiatan akademik di Bulgaria tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Hanya saja, Zaidan mengakui untuk mengakses peralatan-peralatan untuk praktik riset lebih mudah.

“Masalah tempat, cuaca, dan masyarakat, itu yang jauh berbeda. Kalau dari sisi SDM dan fasilitas saya kira tak jauh beda. Kalau di Eropa, antara satu negara dengan negara lain borderless. Alatnya ada di negara mana, ya, kita ke sana. Dengan gampang kita bisa ke sana,” kisah penulis disertasi berjudul Thin Chalcogenide Film for Optoelectronics ini.

Contact us

Airlangga Global Engagement Universitas Airlangga
206-208 Amerta Bld. 2nd Floor, Kantor Manajemen Universitas Airlangga Kampus C Mulyorejo Surabaya 60115
Ph. +62 (31) 596 6864 Fax +62 (31) 5955582

General Enquiry: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Twitter: @globalunair

Instagram: @globalunair

Facebook: https://www.facebook.com/globalunair

Scroll to top