Sunday, March 26, 2017

International Office Meeting

International Office Meeting 2015

Kompetensi Kantor Internasional dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Bagaimana Cara Menarik Mahasiswa internasional ?

Pengumuman

Kepada Yth. Peserta International Office Meeting 2015

 
Salam hangat dari Universitas Airlangga!
 
Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi Bapak dan Ibu dalam acara IO-Meeting UNAIR tahun 2015. Semoga materi yang kami sampaikan dapat bermanfaat untuk Kantor Urusan Internasional yang ada di institusi anda.
 
Kami sampaikan pula bahwa materi para pembicara dan dokumentasi acara pada IO-Meeting kemarin dapat didownload di link Materi IO Meeting UNAIR 2015 dan Dokumentasi IO Meeting UNAIR 2015
 
Terima kasih,
IOP UNAIR

 

Poster

Tentang

Latar Belakang

Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk tenaga kerja (work force) untuk setiap negara. Dengan penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015, institusi pendidikan tinggi memiliki tugas penting dalam membentuk tenaga kerja yang memiliki kemampuan dalam kompetensi lintas budaya dan kompetensi ilmu pengetahuan. Dalam dunia tanpa batas ini, pasar tenaga kerja global menetapkan persyaratan yang tinggi untuk lulusan universitas dalam kompetensi lintas budaya, karena mereka harus kerja mampu di tempat kerja multikultural di seluruh dunia. Hal ini bukan hanya tentang kemampuan dalam akuisisi bahasa asing, tetapi juga terkait dengan kemampuan untuk beradaptasi di lingkungan yang multikultural.

Kemampuan ini dapat diperoleh mahasiswa melalui partisipasi dalam program internasional. Studi di luar negeri merupakan pilihan utama. Namun, kesempatan untuk belajar di luar negeri tergantung pada kemampuan keuangan dan ketersediaan beasiswa yang kompetitif untuk program bergelar atau program pertukaran. Sedangkan, kemampuan keuangan dapat menjadi kendala utama bagi siswa di negara-negara berkembang. Pilihan lain yang dapat diambil untuk membawa suasana internasional dalam jangkauan mahasiswa kita adalah melalui pembukaan program internasional.

Di samping itu, MEA merupakan momentum penting untuk meningkatkan jumlah mobilitas masuk ke lembaga pendidikan tinggi melalui pembukaan program internasional, baik bergelar maupun non-gelar.  Pembukaan program internasional memiliki banyak keuntungan, baik bagi siswa maupun untuk lembaga pendidikan tinggi, yaitu:

  1. Untuk mahasiswa, program internasional memberikan kesempatan berbagi pengetahuan, pengalaman lintas budaya, dan memperolehan keterampilan bahasa asing, sehingga meningkatkan kemampuan lulusan mereka.
  2. Untuk lembaga pendidikan tinggi itu sendiri, program internasional menghasilkan output dalam meningkatkan jumlah mobilitas inbound, sebagai sarana promosi lembaga baik nasional maupun internasional, meningkatkan jumlah kerjasama lokal dan internasional, dan meningkatkan reputasi lembaga .
  3. Secara tidak langsung, program internasional dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, program internasional menjadi sarana berbagi pengetahuan dan transfer pengetahuan antara mahasiswa internasional dan mahasiswa lokal sesuai dengan perspektif masing-masing. Program internasional juga mendorong pembentukan pengetahuan baru dan keunggulan pengetahuan. Selain itu, program internasional dapat meningkatkan pelayanan pendidikan, universitas yang gencar dalam penerimaan mahasiswa internasional akan melakukan penyesuaian dalam kualitas belajar dan mengajar berdasarkan standar internasional untuk meningkatkan pemahaman siswa.
  4. Pelayanan administrasi untuk siswa juga akan ditingkatkan secara efisien dan efektif. Hal tersebut akan mengarah ke pembentukan "sebuah pemerintahan yang baik" atau “good governance” universitas. Unit kerja baru akan dibentuk untuk mengakomodasi hal ini, seperti pembentukan Kantor Urusan Internasional dan Pusat Penjaminan Mutu.

Dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura; Indonesia masih tertinggal dalam jumlah program internasional. Ada beberapa kendala dan tantangan dalam pelaksanaan program-program internasional, seperti hambatan bahasa, visa, fasilitas, dan birokrasi.

Namun, lembaga pendidikan tinggi di Indonesia masih memiliki banyak peluang di program internasional terbuka, karena masing-masing lembaga memiliki keunikan dan sumber daya masing-masing.

 

Tujuan

Tujuan dari kegiatan penyelenggaraan International Office Meeting 2015 adalah :

  1. Memperlihatkan posisi lembaga pendidikan tinggi di Indonesia di antara lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Asia Tenggara untuk meningkatkan kesadaran internasionalisasi antara institusi pendidikan tinggi
  2. Memberikan wawasan dan dorongan tentang cara meningkatkan posisi lembaga pendidikan tinggi Indonesia di Asia Tenggara.
  3. Berbagi beberapa tips yang baik tentang "Bagaimana cara untuk menarik siswa internasional ? " Dengan mengelola dan memberdayakan sumber daya internal dan lingkungan sekitar universitas untuk menarik siswa
  4. Menyampaikan pelatihan/workshop untuk membangun program internasional dengan mengoptimalkan sumber daya di universitas masing-masing

 

 

Desain Program

Program ini akan dibagi dalam dua desain, yaitu :

Hari Pertama: Seminar

1. Internasionalisasi Pendidikan Tinggi di Negara-negara Asia Tenggara Mendekati Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Pembicara Utama:

  • Ibu Teresa Birks dari British Council Jakarta
  • Ibu Porntip Kanjananiyot dari SEAMEO-RIHED

 

  1. Gambaran Umum: Internasionalisasi Pendidikan Tinggi di Asia Tenggara: Perbandingan internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand. Penjelasan tentang seberapa jauh proses internasionalisasi untuk masing-masing negara dan upaya pemerintah dalam internasionalisasi pendidikan tinggi.
  2. Pembahasan tentang tren mobilitas internasional di negara-negara Asia Tenggara; terutama jumlah mobilitas inbound dan outbound, tujuan utama bagi mobilitas inbound dan outbound, tren mobilitas di kawasan ini, penilaian terhadap tren terbaru untuk beberapa negara, dan beberapa respon pemerintah terhadap tren yang berkembang.
  3. Peluang untuk lembaga pendidikan tinggi Indonesia yang terkait dengan ASEAN Economic Community (AEC): Pembahasan tentang peluang Komunitas Ekonomi ASEAN (MEA) bagi lembaga pendidikan tinggi di Indonesia; seperti meningkatkan jumlah program mobilitas melalui pembukaan kemitraan internasional yang lebih luas dan kolaborasi akademik, meningkatkan kualitas dan layanan pendidikan.

 

2. Best Practices: Bagaimana menarik mahasiswa internasional melalui program internasional?

Pembicara:

  1. Direktur Pendidikan,  Universitas Airlangga
  2. Australian Technology Network (www.atn.edu.au)
  3. Ibu Karen Peyronnin Imam, M.I.B., Director of Global BINUS (tentative)

 

Pada sesi ini akan dilakukan pembahasan tentang best practices program internasional di institusi masing-masing. Presentasi ini mengeksplorasi tentang inisiasi program internasional, dari inisiasi ide yang diambil  dari kekhasan universitas dan sumber daya internal.

Presentasi dimulai dengan perspektif pembicara mengenai program internasional yang menarik bagi mahasiswa internasional,  berdasarkan pengalaman di institusi masing-masing. Kedua, menjelaskan tentang program itu sendiri; deskripsi, berapa lama program sudah dilaksanakan, dan berapa banyak mahasiswa telah berpartisipasi program ini.

Ketiga, pembicara akan menjelaskan gagasan program internasional, terkait dengan pemberdayaan sumber daya internal, seperti keunggulan dalam inovasi dan teknologi atau industri terkait pembelajaran dan strategi mengajar.

Keempat,  menjelaskan tentang cara implementasi ide ke dalam program dengan mengelola sumber daya internal, seperti keunikan, kerjasama, sumber daya manusia, jaringan, dan fasilitas.

 

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam menangkap pasar mahasiswa asing contohnya seperti :

  1. Waktu dan Durasi
  2. Lokasi dan aksesibilitas
  3. Keunikan, spesialisasi dan keahlian
  4. Biaya dan Fasilitas
  5. Sistem Kredit

Bagian kelima menyajikan tentang hambatan dan tantangan dalam membuat program internasional yang dihadapi masing-masing universitas; seperti dalam pemasaran atau akomodasi.

 

 

3. Kompetensi Kantor Internasional dalam Mengelola Program Internasional: International Student Support

Speaker Tentatif:

  • Margaretha, S.Psi., G.Dip.Psych., M.
  • ATN

Pada bagian ini, pembicara akan berbicara tentang bagaimana memperlakukan/melayani mahasiswa internasional dan upaya untuk membuat mahasiswa internasional merasa nyaman di Indonesia:

  1. Bagaimana memperlakukan/melayani mahasiswa internasional? dari perspektif mahasiswa
  2. Kesejahteraan siswa internasional
    1. Program Pengayaan: Program budaya dan peningkatan soft skill
    2. Kompetensi lintas budaya
    3. Kesejahteraan: Kesehatan dan Konseling

Hari kedua: Workshop Pengembangan Program Internasional

 

4. Lokakarya Inisiasi Program Internasional

  1. Sustainability dalam Pengembangan Program Internasional oleh Rene Teunissen (Avans University of Applied Science, Belanda)
  2. Workshop Pengembangan Program Internasional Instruktur: Tim IOP (Amak M. Yaqoub, M.SM Dan Dewi Sartika, M.Ed.

 

  1. Pengenalan
  2. Pemetaan analisis (SWOT, stake holder dan manajemen risiko)
  3. Mengingat konsep "3P" sebagai nilai tambah
  4. Perencanaan dan Pengembangan program
  5. Pemasaran program
  6. Penggunaan sponsor untuk mendanai program
  7. Studi kasus dan simulasi

 

 

Contact us

International Office and Partnership (IOP) UNAIR
206-208 Amerta Bld. 2nd Floor, Kantor Manajemen Universitas Airlangga Kampus C Mulyorejo Surabaya 60115
Ph. +62 (31) 596 6864 Fax +62 (31) 5955582

General Enquiry: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Twitter: @iop_unair

Scroll to top