Academic Mobility Exchange for Undergraduate at Airlangga

Academic Mobility Exchange for Undergraduate at Airlangga

Indonesia Heritage Course (In-Herit) 2019

Indonesia Heritage Course (In-Herit) 2019

Community Empowerment Program at Airlangga (CERIA) 2019

Community Empowerment Program at Airlangga (CERIA) 2019

Airlangga Adventure: AirVenture! 2019

Airlangga Adventure: AirVenture! 2019

Airlangga Development Scholarships (ADS)

Airlangga Development Scholarships (ADS)

Application link: https://pendaftaran.unair.ac.id

Anti-Gratification Zone

Anti-Gratification Zone

Universitas Airlangga Anti-Gratification

Indonesian Diversity at Airlangga

Indonesian Diversity at Airlangga

INDIAIR 2020

Information

May 23, 2019
International Programs

2019 IIBD INTERNATIONAL CASE COMPETITION

Established in 2008, the IIBD International Case Competition is a competition for IIBD member and non-member universities worldwide. The Competition aims at giving students a fruitful learning experience outside classrooms. Students will have the chance to…
Read More
May 23, 2019
International Programs

The Social Enterprise for Economic Development (SEED) 2019

The Social Enterprise for Economic Development (SEED) is an effective inter-cultural transformational leadership programme utilising social entrepreneurship as a method towards economic progress. UTM SEED 2019, Malaysia is organised by Universiti Teknologi…
Read More

INNES Summer School

May 22, 2019 International Programs
Improve your intercultural competence, self-management, and creative problem-solving…
Read More

University of Geneva - Master of Advanced Studies in European and International Governance - MEIG Programme

May 15, 2019 International Programs
The Geneva Master of Advanced Studies in European and International Governance (MEIG) is…
Read More

2nd International Conference on Business, Economics and Finance (ICBEF) - CALL FOR PARTICIPANTS

May 15, 2019 International Programs
The UBD School of Business and Economics (UBDSBE) will host the 2nd International…
Read More

FPT-UBD Innovation Lab 16-Week Software Development Training Programme (August 2019)

May 13, 2019 International Programs
The FPT-UBD Innovation Lab training program is an intensive sixteen weeks full-time and…
Read More

AGE on Facebook

News

April 29, 2019

UNAIR STRATEGIC MEETING WITH CURTIN UNIVERSITY

in News
(26/4) On Friday, Universitas Airlangga (UNAIR) received the delegation visit from Curtin University. Curtin University brought two representatives, Prof. Sambit Datta as the Dean of International Faculty of Science and Engineering and Ms. Patricia Kelly as… Read More
Apr 15, 2019

Attracting Global Talent

in Inbound Mobility News
On Monday, 15 April 2019, a welcoming reception was held in the Faculty of Business for… Read More
Apr 12, 2019

Guest Lecture: ASEAN-China Relations

in Asia-Pacific Partnership News
Thursday, (11/4) the Ambassador of China to ASEAN together with Universitas Airlangga… Read More
Mar 15, 2019

MoU Signing and Benchmarking Session Between Universitas Airlangga and Management and Science University

in News
On Wednesday, 13 March 2019, Universitas Airlangga with it’s peers, Management and… Read More
Mar 13, 2019

UNAIR-MSU Global Leadership Program 2019 : Day 2 Man-Groove-Ing

in Inbound Mobility News
Wednesday (13/3/19), is the second day of UNAIR-MSU Global Leadership Program 2019,… Read More

Upcoming Events

No events

Airlangga Global Engagement Universitas Airlangga | English Site

Oprec Airlangga Delegation for WorldMUN 2014

Airlangga Delegation for WorldMUN 2014 is Calling for Delegates!

 

Are you interested in higher level of international diplomacy learning?

Do you have a strong commitment to achieve big on behalf of your almamater?

Are you willing to learn new responsibilities to be a part of international debate panel?

 

THIS IS YOUR CHANCE!

 

Send us your updated International CV and Essay Form to:  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Submission Period: August 27 - September 13, 2013

 

Gain valuable experience from one of the world's most prestigious Model United Nations event.

 

APPLY NOW

 

Contact Person:

1. Dita Kencana – 0878 5657 0808

2. Apid – 0822 3078 2754 / Line: Apiiid

3. E-mail:  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Workshop Program Penguatan Kantor Urusan Internasional (PPKUI) 2014: "Marketing, Branding, and Promotion"

Workshop Program Penguatan Kantor Urusan Internasional (PPKUI) 2014: "Marketing, Branding, and Promotion"

Hotel Santika Premier & Universitas Airlangga Surabaya
27 & 28 Agustus 2014

Tahun 2014 merupakan kali ke 4 International Office (IO) Meeting (yang kali ini bernama Workshop Program Pengembangan Kantor Urusan Internasional [PPKUI])  digelar oleh International Office and Partnership (IOP) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Acara ini dapat terselenggara dengan baik, berkat kerjasama IOP UNAIR dengan Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama di bawah naungan Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, IO Meeting tahun ini bertajuk Workshop dengan mengusung tema “Marketing, Branding and Promotion”. Tujuan workshop ini adalah untuk meningkatkan jumlah perguruan tinggi Indonesia yang siap untuk bersaing global. Acara ini digelar selama dua hari, Rabu-Kamis, 27-28 Agustus 2014.

 

Hari Pertama

Sejumlah 74 peserta berdatangan memenuhi Ballroom Airlangga, Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya. Peserta tersebut merupakan perwakilan dari Kantor Urusan Internasional universitas negeri dan swasta yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Wakil Rektor III, Prof. Soetjipto, dr., Ph.D. Pada inti acara, pseserta disuguhkan dengan beberapa materi yang telah dipersiapkan oleh masing-masing pemateri.

Pemaparan pertama mengenai Kebijakan Internasionalisasi Universitas Airlangga oleh Tjitjik Srie Cahyandari, PhD. Tujuan penyampaian materi ini, peserta dapat mengetahui strategi internasionalisasi UNAIR sehingga peserta dapat merefleksikan pengembangan strategi internasionalisasi di perguruan tinggi masing-masing.

Materi yang kedua adalah “Branding Universitas di Indonesia” yang disampaikan oleh Amalia Maulana, seorang Praktisi Marketing Institusi Pendidikan di Indonesia dari Universitas Bina Nusantara. Diharapkan peserta dapat menentukan positioning dan unique differences Universitas masing-masing. Sehingga peserta akan mampu merefleksikan ide model pemasaran dan branding sesuai dengan perbedaan yang dimiliki oleh Universitas peserta.

Dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Kebijakan Kerjasama dan Marketing Perguruan Tinggi di Indonesia oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama DIKTI oleh Dr. R. Purwanto Subroto Peserta dijelaskan tentang strategi dan kebijakan pengembangan marketing dan kerjasama yang telah ditetapkan DIKTI baik bagi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Sekaligus peserta diajak untuk melakukan refleksi pengembangan marketing dan kerjasama yang telah dilakukan di perguruan tinggi asal peserta.

Setelah makan siang, para peserta dipertemukan dengan pembicara selanjutnya, yakni salah satu Staf Ahli IOP UNAIR, Sony Kusumasondjaja, yang tercatat juga sebagai Pakar Marketing Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR.  Dalam sesi ini, peserta diajak sharing tentang best practices model promosi, marketing dan branding.

Selain pembicara-pembicara hebat di atas, workshop kali ini juga dihadiri oleh Sharyn Musclle dan Jason Legatt dari Queensland University of Technology (QUT), Australia. Peserta diajak sharing dan saling berdiskusi untuk memberikan referensi bagaimana proses branding, markeing anf promotion yang ada di QUT.

 

Hari Kedua

Pada hari kedua, peserta diajak untuk mengunjungi kantor IOP UNAIR yang ada Gedung Selasar Lt. 2, Kantor Manajemen, Kampus C, Surabaya. Peserta diajak untuk melihat aktivitas susunan organisasi yang dimiliki oleh IOP UNAIR. Para peserta disambut oleh Ketua IOP UNAIR, IGAK. Satrya Wibawa, MCA beserta para pimpinan IOP lainnya.

Selain itu, IOP UNAIR juga mengundang Muliono Latief, perwakilan dari IDP Surabaya untuk menjelaskan proses kerjasama dengan beberapa Universitas yang ada di Australia.

Seusai melihat sekeliling kantor manajemen UNAIR, para peserta berfoto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan. Kemudian, peserta diajak untuk menikmati makan siang di sebuah restaurant yang berada di kawasan Basuki Rahmat Surabaya. Tak berhenti sampai disitu, kemudian panitia mengajak para peserta untuk mampir ke Toko oleh-oleh khas Surabaya di sekitar Pasar Genteng.

Menjelang sore, para peserta pun bersiap untuk kembali ke Universitas masing-masing.

Terimakasih, Selamat jalan!

Kunjungan Duta Besar Inggris Untuk Indonesia ke Universitas Airlangga

Duta besar untuk Indonesia, HE Mr. Moazzam Malik melakukan kunjungan ke Universitas Airlangga (UNAIR) pada Desember 2014.

Dalam kunjungannya kali ini dimulai dengan berkeliling Kampus C-UNAIR dengan mengendarai Becak didampingi oleh Wakil Rektor I, Prof. Achmad Sjahrani, Apt.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan Mahasiswa UNAIR seputar hubungan Bilateral Indonesia-Inggris. Diharapkan ke depannya, hubungan antara Indonesia dan Inggris terutama dalam bidang perdagangan dan pendidikan akan dapat terjalin dengan baik.

Indonesia’s Ambassador to Bulgaria visits Universitas Airlangga: Bring along Education Partnership Mission, Suggest Students to Study in Bulgaria

Management Office – WARTA UNAIR (translated by IOP UNAIR)

 

Continuing study abroad is one option that can be taken by students or lecturers. The purpose is to meet people all over the world, so can increase the number of friends in the global scope. Beside that, academicians can also strengthen the partnership especially in research field.
Indonesia’s Ambassador to Bulgaria, Bunyam Saptono, on Wednesday (12/2) visits Universitas Airlangga to widen the partnership in education field. Bunyam presence greeted by Vice Rector III of Universitas Airlangga, Prof. Soetjipto, dr., MS., PhD, International Partnership Coordinator of International Office and Partnership Universitas Airlangga, Margaretha, and Lecturer of Physical Department of Faculty of Science and Technology Universitas Airlangga, Andi Hamim Zaidan who have studied in Bulgaria.
Based on Embassy of Indonesia’s mission to improve economic relations and development partnership . the most important thing is education partnership. Previously, Universitas Airlangga has already established a partnership with Medical University-Varna in tropical disease’s research field. So it can strengthen and widen the partnership for the benefit of human resource development in Indonesia,” said Indonesia’s Ambassador to Bulgaria.
In 2012, Universitas Airlangga has already established a partnership with Medical University-Varna in tropical disease. Bunyam said that Indonesia and Bulgaria has more potential that can tied through education partnership.
“The partnership that has already tied in research field is tropical disease. There are also other potential fields, such as Basic of Bioscience, Technology, and medical fields. The most stand out in social field is language, because ex-communist country is advance in language field. In the future, Embassy of Indonesia is ready to facilitate it,” said Bunyam.
Bunyam recognized that didn’t many students who continued their studies to Bulgaria. However, it was pleased that many programs from Indonesian students who organized the event in Bulgaria each years. An alumnus of UGM hopes this International partnership will provide new insight to the lecturers and students.
“We are very happy, UNAIR had sent one of the lecturers to study in Bulgaria, and take knowledge which rarely studied, such as nanotechnology.” Bunyam said.
Bunyam recognized that partnership between two countries is constrained from distance and long time. He said, because of this distance, of course affects the cost.
“Bulgaria is not rich countries. Indonesia also still a developing country. However, because Bulgaria has been member of the European Union, many budget for partnership for research or exchange of lecturers and students.
This opportunity can be used by the academic of Indonesia to continue their study in Bulgaria. Moreover, there is opportunity to take internship at the Embassy to Bulgaria in Sofia. 
“if there is UNAIR student, especially International Relations, or Social and Politics sciences, Economics, Law, or Languages. We need more staff at the Embassy. There was a student before that take internship. It was very helpful. Because we had just three diplomats.” He said.
Zaidan is the best graduates at the University of Chemical Technology and Metallurgy in doctoral level of Sofia. A 32 years old lecturer told that academic activities in Bulgaria are not different with Indonesia. However, Zaidan admitted to access easier research practices equipment.
“The problem of place, weather and public are more different. If from human resources and facilities, I think is not different. While in Europe, between one country to another is borderless. We will go to the country where the appliance on there. We go there easier,” this dissertation story of author entitled, Thin Chalcogenide Film for Optoelectronics.

***

Kunjungan Dubes RI untuk Bulgaria ke UNAIR:
Bawa Misi Kerjasama Pendidikan, Dorong Mahasiswa Studi di Bulgaria

REKTORAT – WARTA UNAIR

Melanjutkan studi ke luar negeri merupakan salah satu pilihan yang dapat diambil oleh mahasiswa maupun tenaga pendidik. Tujuannya, adalah bertemu orang-orang dari seantero belahan dunia sehingga menambah pergaulan di lingkup global. Tak hanya itu, kaum akademika juga bisa mempererat kerjasama terutama di bidang riset.

Duta Besar RI untuk Bulgaria, Bunyam Saptono, berkunjung ke Universitas Airlangga untuk memperluas kerjasama di bidang pendidikan, Kamis (12/2). Kehadiran Bunyam disambut oleh Wakil Rektor III UNAIR, Prof. Soetjipto, dr., MS., PhD, Koordinator Kerjasama Internasional IOP UNAIR, Margaretha, dan Andi Hamim Zaidan selaku staf pengajar Departemen FISIKA FST UNAIR yang pernah menjalani studi di Bulgaria.

“Ini dalam rangka misi KBRI untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan kerjasama pembangunan. Salah satu yang terpenting adalah kerjasama pendidikan. Sebelumnya, sudah terjalin kerjasama antara UNAIR dan Medical University-Varna di bidang penelitian tropical disease. Dengan kunjungan, kami bisa mempererat dan memperluas kerjasama yang ada untuk kepentingan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia,” tutur Dubes RI untuk Bulgaria itu.

Pada tahun 2012 lalu, UNAIR menjalin kerjasama dengan Medical University of Varna di bidang penyakit tropis. Padahal, menurut Bunyam, negara Indonesia dan Bulgaria, memiliki lebih banyak potensi yang bisa dijalin lewat kerjasama pendidikan.

“Kerjasama yang sudah terjalin di bidang penelitian adalah tropical disease, sementara masih terbatas itu. Ada juga bidang yang berpotensi lainnya, seperti ilmu dasar bioscience, teknologi, dan di bidang medis. Salah satu lainnya yang menonjol di bidang sosial adalah bahasa, karena berkah negara komunis adalah biasanya maju di bidang bahasa. Ke depannya, KBRI siap memfasilitasi itu,” terang Bunyam.

Bunyam mengakui bahwa tak banyak mahasiswa yang melanjutkan studi ke Bulgaria. Namun, pihaknya merasa senang karena dari tahun ke tahun banyak program dari mahasiswa Indonesia yang menyelenggarakan acara di Bulgaria. Dengan adanya kerjasama internasional ini, alumnus UGM itu berharap akan memberikan wawasan baru kepada dosen, dan mahasiswa.

“Kami sangat senang dulu UNAIR telah mengirimkan salah satu dosennya untuk belajar di Bulgaria, dan mengambil ilmu yang masih jarang dipelajari, yaitu nanoteknologi,” kata Bunyam.

Bunyam mengakui bahwa kerjasama kedua negara ini juga terkendala jarak dan waktu tempuh yang lama. Ia menyampaikan akibat jarak ini, tentu saja berpengaruh pada biaya.

“Bulgaria bukan negara kaya. Indonesia juga masih menjadi negara berkembang. Namun, karena Bulgaria sudah menjadi anggota Uni Eropa, banyak anggaran untuk kerjasama baik penelitian maupun pertukaran dosen dan mahasiswa,” imbuh Bunyam.

Kesempatan tersebut dapat digunakan oleh kaum akademika Indonesia untuk melanjutkan studi ke Bulgaria. Apalagi, ditambah dengan adanya kesempatan magang di KBRI untuk Bulgaria di Sofia.

“Jika ada mahasiswa UNAIR, khususnya HI, maupun ilmu-ilmu sosial dan politik, Ekonomi, Hukum, atau Bahasa. Kami kekurangan staf di KBRI. Dulu pernah ada satu mahasiswa yang magang di sana, dan keberadaan mahasiswa tersebut sangat membantu karena kita cuma punya tiga diplomat,” tandasnya.

Zaidan adalah lulusan terbaik di University of Chemical Techonology and Metallurgy di Sofia tingkat doktoral. Dosen berusia 32 tahun itu menceritakan bahwa kegiatan akademik di Bulgaria tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Hanya saja, Zaidan mengakui untuk mengakses peralatan-peralatan untuk praktik riset lebih mudah.

“Masalah tempat, cuaca, dan masyarakat, itu yang jauh berbeda. Kalau dari sisi SDM dan fasilitas saya kira tak jauh beda. Kalau di Eropa, antara satu negara dengan negara lain borderless. Alatnya ada di negara mana, ya, kita ke sana. Dengan gampang kita bisa ke sana,” kisah penulis disertasi berjudul Thin Chalcogenide Film for Optoelectronics ini.

Page 1 of 29

Universitas Airlangga Cyber Campus Portal     General Directorate of Higher Learning     Indonesia Immigration          American Corner Universitas Airlangga     WarungPrancis

Contact us

Airlangga Global Engagement Universitas Airlangga
206-208 Amerta Bld. 2nd Floor, Kantor Manajemen Universitas Airlangga Kampus C Mulyorejo Surabaya 60115
Ph. +62 (31) 596 6864 Fax +62 (31) 5955582

General Enquiry: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Twitter: @globalunair

Instagram: @globalunair

Facebook: https://www.facebook.com/globalunair

Scroll to top